2008年2月26日 星期二

Makanan Khas Imlek

Friday 01 February 2008

Tepat tanggal 7 Februari 2008, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek. Perayaan Imlek ini merupakan hari raya yang selalu dinanti-nanti. Sebab, Imlek bukan sekadar ritual tahunan biasa dan budaya saja, tetapi budaya yang sekaligus menyatu dengan kepercayaan.

Menjelang hari besar itu, mereka akan sibuk berbenah, membersihkan rumah, mengecat rumah, mempersiapkan angpao, dan membeli baju baru. Dan kegiatan yang paling penting ialah mempersiapkan berbagai makanan untuk upacara. Sama seperti makanan untuk upacara adat atau keagamaan lainnya, makanan khas Imlek juga sarat makna simbolik.

Hidangan yang disajikan biasanya berjumlah minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue. Ini mewakili lambang-lambang dari shio yang berjumlah 12. Di antaranya yang memiliki perlambang ialah mi, melambangkan panjang umur dan kemakmuran. Kue lapis atau lapis legit juga disediakan. Konon kehadiran kue itu sebagai perlambang datangnya rezeki yang berlapis-lapis.

Ada juga kue mangkok, kue moho dan kue keranjang. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue moho atau kue mangkok yang diberi merah pada bagian atasnya. Harapan yang terkandung di situ adalah kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Agar pikiran menjadi jernih sepanjang tahun ini disertakan pula manisan kolang-kaling. Ada pula agar-agar yang dicetak bentuk bintang, merupakan simbol kehidupan yang terang.

Sementara hidangan camilan yang tidak pernah ketinggalan adalah kuaci, kacang dan permen.

Semua hidangan untuk persembahan diatur di atas meja sembahyang. Lalu, seluruh angota keluarga berkumpul dan berdoa memanggil arwah para leluhurnya untuk menyantap sajian yang disuguhkan. Setelah upacara sembahyang usai, makanan yang tersaji di meja upacara kemudian dibagikan kepada kerabat dan handai taulan.

Meski hidangan favorit leluhur selalu disediakan di meja sembahyang, tetapi ada juga hidangan yang dihindari sekalipun disukai. Bubur, misalnya. Hidangan ini melambangkan kemiskinan, hingga tidak boleh hadir dalam hidangan sembahyang maupun suguhan Tahun Baru.


Clickwok | Dedy Ard | Berbagai Sumber
http://www.harian-global.com/news.php?item.34050.16

2007年12月16日 星期日

Selama 4 Tahun, 108 Gereja Dirusak, KWI dan PGI ke Komnas HAM

Saturday 15 December 2007

Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) menyambangi kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhary Jakarta. Tujuannya, mengadukan kasus perusakan gereja dan rumah ibadah.

Sebanyak 108 gereja atau rumah ibadah Kristen di seluruh Indonesia disebut telah dirusak dalam empat tahun terakhir yang menyebabkan PGI dan KWI mengadukan tindakan kekerasan tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Kami mengharapkan Komnas HAM melakukan investigasi terhadap perusakan rumah ibadah itu serta menuntut pemerintah memberikan jaminan hukum untuk dapat menjalankan kehidupan beragama," kata Sekretaris Eksekutif Komisi Antara Agama dan Kepercayaan KWI Romo A Benny Susetyo Pr.

Data dari Tim Hukum PGI dan KWI, dari tanggal 1 Januari 2004 hingga 1 Desember 2007 menyebutkan bahwa perusakan gereja atau tempat ibadah tersebut ada yang dilakukan oleh aparat pemerintahan di tingkat kelurahan, kecamatan maupun kabupaten dan oleh organisasi massa.

Romo Benny menyebutkan bahwa atas dasar Peraturan Bersama (Perber) dua menteri yakni Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 8 dan Nomor 9 Tahun 2006 tentang Pendirian Rumah Ibadah, banyak dari gereja yang dirusak tersebut didirikan dengan mengikuti aturan.

"Dalam Perber disebutkan pendirian gereja harus atas pertimbangan ada 90 orang beragama Kristen yang memiliki KTP di daerah itu dan dengan dukungan 60 orang lainnya baik beragama Kristen atau yang lainnya. Namun kebanyakan aparat tidak mengetahui aturan ini dan malah mendukung perusakan dan penutupan," paparnya.

Komisioner Komnas HAM Johny Simanjuntak menyebutkan bahwa Komnas HAM telah menerima banyak pengaduan serupa mengenai pelanggaran kebebasan beragama dan telah menyiapkan lima langkah terkait hal itu. "Yang pertama kami akan melakukan koordinasi dengan Kapolri agar menertibkan aparat yang melakukan perusakan," kata Johny.

Langkah kedua, akan melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi-saksi. Langkah ketiga, melakukan proses pencerdasan terhadap aparat pemerintah maupun aparat negara mengenai Perber maupun hak beragama masyarakat yang dijamin Undang Undang Dasar 1945.

Langkah keempat, melakukan pengkajian ulang (review) terhadap segala peraturan terkait pembangunan tempat ibadah yang tidak efektif. "Langkah kelima adalah melakukan kerja sama dengan seluruh umat beragama agar masalah (perusakan) ini menjadi 'concern' bersama," demikian Johny.

ANT | Global | Jakarta

2007年11月17日 星期六

Punggung Terawat, Jerawat Lenyap

Jerawat bukan hanya ancaman bagi wajah. Punggung pun bisa menjadi sasaran. Meskipun tidak kelihatan seperti di wajah, jerawat punggung bisa merepotkan. Lebih repot lagi karena punggung termasuk daerah yang sulit dijangkau. Baik oleh mata maupun tangan. Terus gimana, dong?

Secara umum jerawat di punggung sebetulnya sama dengan jerawat di wajah. "Prinsip awal terjadinya jerawat itu sama," kata dr. Sandra Widaty, Sp.KK, ahli kulit dari FKUI, Jakarta. Baik di wajah maupun di punggung, jerawat bisa disebabkan oleh empat pemicu.

Pertama, karena kerja kuman Propionibacterium acnes. Bakteri ini merupakan penghuni normal di permukaan kulit manusia. Ia bisa hidup di wajah maupun di punggung. Dalam keadaan normal, ia sebetulnya tidak berbahaya. Cuma ketika kulit kita kurang terjaga kebersihannya, ia berulah dan menyebabkan timbulnya jerawat.

Faktor kedua, tingginya produksi kelenjar minyak di kulit (sebum). Itu pula sebabnya jerawat mudah dialami orang yang kulitnya berminyak. Jika dua faktor ini berkumpul, maka jerawat tentu akan lebih mudah terjadi. Artinya, mereka yang kulitnya berminyak dan kurang menjaga kebersihan lebih berpeluang menjadi pelanggan jerawat.

Faktor ketiga, adanya gangguan proses pengelupasan lapisan kulit yang mestinya mengelupas itu malah akan menumbat saluran kelenjar sebum. Semua faktor ini bisa menyebabkan jerawat, baik di wajah maupun di punggung. Faktor terakhir adalah reaksi radang.

Semua ini merupakan faktor umum yang menyebabkan gangguan kulit yang kita sebut sebagai acne vulgaris (acne: jerawat, vulgaris: biasa). Di wajah maupun di punggung, sama saja.

Khusus di punggung, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan jerawat masih mudah muncul. Misalnya kebiasaan memakai baju rangkap. Efek ini akan makin bertambah jika yang bersangkutan berada di ruangan yang gerah, panas. Kondisi gerah akan merangsang tubuh untuk mengeluarkan keringat. Sementara, pada saat yang sama keringat sulit kering karena punggung tertutup oleh pakaian yang tebal. Ditambah lagi dalam kondisi lembap, kuman juga menjadi lebih mudah berkembang biak. Lengkaplah sudah.

Ini merupakan salah satu perbedaan penting antara wajah dan punggung. Wajah berada di daerah terbuka, mudah terkena debu, tapi tidak lembap. Punggung sebaliknya. Bagian ini berada di daerah tertutup, tidak mudah kena debu tapi mudah lembap akibat keringat.

Jerawat di punggung juga bisa berupa "jerawat yang tidak biasa". Bintil-bintil mirip jerawat tapi bukan acne vulgaris. Contohnya, erupsi akneformis. Ini muncul berupa kelainan kulit yang muncul secara tiba-tiba. Bentuknya menyerupai jerawat tapi bukan jerawat biasa. "jadi, bintil-bintil di punggung itu tidak selalu jerawat," ujar Sandra. Di wajah pun begitu. Umumnya memang jerawat, tapi tidak semua bintil-bintil adalah jerawat biasa.

Jerawat yang tidak biasa ini misalnya disebabkan oleh efek samping obat. Contohnya, kortikosteroid sistemik dan INH. Kortikosteroid biasanya digunakan untuk mengobati alergi atau asma. Sedangkan INH biasa digunakan dalam terapi tuberkulosis paru. Jika seseorang memakai obat-obat ini lalu timbul bintil-bintil di punggungnya, mungkin saja itu bukan jerawat biasa, tapi mungkin erupsi akneformis, misalnya.

Contoh lain jerawat yang tidak biasa adalah bintil-bintil di punggung akibat infeksi jamur tertentu. Bentuknya seperti jerawat biasa. Seperti kita tahu jerawat ada yang bentuknya bintil-bintil merah, ada pula yang bintil-bintil kuning bernanah. Bentuk seperti ini juga bisa dijumpai pada infeksi jamur tertentu yang lokasinya di punggung.

Secara fisik bentuk bintil-bintil ini sulit dibedakan dari jerawat biasa. Yang membedakan adalah rasa gatal yang ditimbulkan. Jerawat biasa umumnya tidak begitu gatal sekalipun sampai bernanah. Tapi khusus jerawat akibat infeksi jamur ini, kata Sandra, gatalnya terasa lebih jelas.

Yang penting pencegahan
Karena penyebabnya bisa macam-macam, pengobatan jerawat di punggung pun bisa berbeda-beda. Tergantung penyebabnya. "Yang utama dalam masalah jerawat itu bukan hanya bagaimana mengobatinya. Tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana mencegah supaya tidak muncul lagi," tandas Sandra. Ini patokan utama yang harus kita pegang dalam perang melawan jerawat karena memang gangguan kulit ini mudah kambuh lagi jika penyebabnya tidak dihilangkan.

Sebelum pengobatan dilakukan pertama-tama harus diidentifikasi dulu penyebabnya. Jika pencetusnya adalah kuman, itu artinya kebersihan badan harus lebih dijaga. Harus rajin mandi. Minimal dua kali sehari, pagi dan sore. Jika perlu tiga kali sehari.

Sabunnya? Tak perlu sabun khusus. Kata Sandra, sabun mandi biasa pun (bukan sabun antiseptik) sudah cukup efektif untuk menjaga kebersihan badan. Selain bisa mencegah berkembang-biaknya kuman, mandi juga bisa mencegah jerawat akibat produksi kelenjar minyak yang berlebihan.

Agar punggung tidak lembap, tiap kali pulang dari mana pun, kita harus segera membuka pakaian. Supaya punggung kena udara bebas dan keringat bisa kering. Sandra juga menyarankan agar kita menghindari pakaian yang ketat supaya tetap ada sirkulasi udara di punggung.

Untuk meminimalkan pengaruh keringat, gunakan pakaian berbahan katun atau bahan lain yang adem dan menyerap keringat. Jangan biasakan tetap memakai pakaian yang basah akibat keringat. Kebiasaan bilang ntar dulu, menunda mandi setelah pulang kerja, harus dibuang jauh-jauh.

Jika masalahnya adalah gangguan pengelupasan sel kulit, jerawat bisa dicegah dengan scrubbing. Cara ini akan membantu pengelupasan sel kulit yang sudah mati sehingga ia diganti oleh sel kulit yang baru. Tapi Sandra menegaskan srubbing ini hanya disarankan untuk kasus jerawat yang masih kecil-kecil, yang masih berupa komedo, bintik-bintik kecil. Kalau sudah jerawat gede-gede, apalagi sudah bernanah, cara ini tidak lagi dianjurkan. Malah bisa berbahaya sebab akan memperparah peradangan yang ada. Jika ada infeksi proses scrubbing mungkin akan menyebabkan kuman malah menyebar.

Acara pencet-memencet juga harus ditinggalkan. Apalagi sampai menyuruh orang lain untuk melakukannya. Entah jerawat wajah atau punggung. Cara ini tidak dianjurkan. Alasannya jelas. Pertama, cara ini tidak menyelesaikan masalah. Kedua, bisa saja malah menyebabkan infeksi. Sekalipun "hanya" di punggung, infeksi tetap harus dihindari. Ketiga, cara pencet paksa akan meninggalkan bekas noda hitam di punggung.

Supaya jerawat cepat sembuh, Sandra juga menyarankan agar konsumsi kalori dibatasi. Kurangi makanan yang banyak mengandung lemak. Ini sebetulnya tak ada hubungannya dengan keyakinan sebagian orang yang menganggap jerawat terjadi akibat kita makan lemak. Bukan itu.

Lemak tidak menyebabkan jerawat secara langsung. Akan tetapi pembatasan kalori memang diketahui bisa mempercepat penyembuhan jerawat. Lemak perlu dibatasi karena, seperti kita tahu, nilai kalorinya paling tinggi diantara jenis kalori lain misalnya karbohidrat atau protein. Pada mereka yang tidak membatasi makan, jerawat biasanya akan lebih sulit sembuh. Itulah sebabnya konsumsi makanan sebaiknya dibatasi. Jadi, cokelat, susu, telur, dan sebangsanya tetap boleh saja dimakan asal jangan banyak-banyak.

Jika penyebab jerawat adalah pemakaian obat-obatan, tentu ini sudah merupakan urusan dokter. Ini batas ketika kita harus pergi ke dokter.

Ketika jerawat masih berupa bintil-bintil kecil akibat sumbatan kelenjar minyak, kita masih bisa menanganinya sendiri. Dengan cara menjaga kebersihan badan, me-scrubbing, dan cara lain yang bisa kita lakukan sendiri. Namun, begitu jerawat sudah berupa bintil-bintil bernanah, apalagi jumlahnya banyak dan disertai rasa gatal itu pertanda bahwa kita harus pergi ke dokter. Segera!



Sumber: Intisari

2007年10月30日 星期二

Gaji Besar Bikin Bahagia?

Untuk gaji yang besar, tak jarang orang pindah-pindah pekerjaan. Tapi, apakah gaji besar bisa benar-benar membuat kita senang? Sebuah penelitian yang digarap belum lama ini menjawab pertanyaan tersebut.

Uang, uang, dan uang, sepertinya "benda keramat" satu itu kerap memenuhi benak para pekerja. Kebanyakan orang beranggapan semuanya memungkinkan jika ada uang. Apalagi, semakin lama masyarakat memang semakin konsumtif.

Centre on Economic Performance yang berbasis di London mengadakan penelitian yang mempelajari hubungan antara kebahagiaan dan kekayaan. Penelitian ini bermaksud menjawab pertanyaan apakah orang yang lebih kaya akan lebih bahagia.

Ternyata jawabannya tidak! Jika kita hidup dalam kemiskinan, tambahan uang memang akan membuat kita bahagia. Tapi jika kita hidup berkecukupan dengan pekerjaan yang menunjang, kenaikan gaji sebanyak 20 persen tak akan membuat kita 20 persen lebih bahagia. Demikian kira-kira yang disimpulkan Richard Layard, pemimpin The Centre on Economic Performance. Menurut Layard, walaupun Amerika telah mengalami kemajuan besar-besaran dalam hal ekonomi sejak tahun 1950, namun masyarakatnya tidak bertambah bahagia ketimbang tahun 1950. Teori ini terbukti sama di beberapa negara makmur dan berkembang seperti Jepang dan Inggris.

Keadaan finansial yang lebih tebal justru membuat kita lebih lelah. Kenaikan gaji, pastinya juga ditambah dengan kenaikan tanggung jawab.

Jangan buru-buru ngiri dengan dokter bedah atau pialang saham yang berdompet tebal. Sebab, keputusan dan tindakan yang mereka lakukan juga mengandung risiko dan tanggung jawab yang sangat besar.

Semakin tinggi posisi kita di struktur perusahaan, pasti waktu dan tingkat stres juga ikut meningkat. Jadi, uang yang bertambah bukan berarti ikut meningkatkan kebahagiaan.

Kadang masalahnya bukan bagaimana kita mendefinisikan uang, tapi bagaimana kita memandang sebuah konsep "sejahtera". Pastinya sejahtera punya arti yang berbeda-beda setiap orang. Sejahtera pun tak selalu identik dengan uang.

Misalnya saja Anda dengan bangga memamerkan kenaikan gaji pada teman-teman Anda yang posisinya sama. Ketika itu Anda merasa paling sejahtera di antara mereka.

Namun ketika Anda pindah lingkungan dan bergaul dengan bos-bos, "kesejahteraan" Anda tadi itu langsung tak ada artinya. Jadi, jika kebahagiaan Anda bergantung pada banyaknya angka nol pada slip gaji, pastinya kebahagiaan itu akan sulit dicapai. Demikian MSCcarreer, Jumat (26/10).

Ketika ditanya apa yang paling penting dalam hidup, banyak orang menjawab keluarga atau kekasih. Tapi jika menengok jadwal kerja orang "berduit" pasti waktu untuk kedua hal penting tadi semakin menipis. Waktu mereka akan habis untuk bekerja, menyelesaikan pekerjaan dan bersiap untuk bekerja.

Nah, yang tidak disadari, kurangnya waktu bersama keluarga dan orang tersayang itu akan membuat mereka mudah stres dan sulit untuk merasa bahagia. Hal itu karena kasih sayang, kehangatan, dan perhatian yang biasanya didapatkan dari orang terkasih menjadi berkurang. Bukan karena keluarganya, tapi karena mereka sebagai orang "berduit" terlalu sibuk dan pusing memikirkan pekerjaan. Pulang kerja mereka biasanya lelah dan langsung tertidur. Waktu bicara untuk mendengar kabar baru dari keluarga pun lenyap.

Lalu bagaimana caranya agar tetap bahagia? Paksa cari waktu luang. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang membuat kita bahagia. Mulai kembali menekuni hobi yang tertinggal, bercengkerama bersama keluarga di rumah, memulai bisnis sendiri, atau hal apapun yang membuat kita merasa bahagia tanpa menimbulkan banyak tanggung jawab baru.

Lama kelamaan kita akan menemukan bahwa menjadi lebih kaya tidak mutlak akan membuat kita senang. Benar-benar merasakan dan memperoleh kesenanganlah yang justru membuat hidup kita lebih kaya!

Cbn | Global Oleh Redaksi Web - Saturday 27 October 2007 - 11:59:30

2007年10月27日 星期六

Dosen PTN dan PTS Harus S2

Medan (SIB)
Berdasarkan UU Guru dan Dosen No 14/2005 dinyatakan tahun 2007 ini dosen perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumut harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal Strata 2 (S2).
Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut Drs Taroni Hia melalui Kasubdis Dikti (Pendidikan Tinggi) H Hermansyur SE MSi di kantornya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, untuk memenuhi kualifikasi pendidikan dosen tersebut dalam waktu dekat akan dilaksanakan sertifikasi terhadap para dosen yang masih memiliki pendidikan S1 (Strata 1).
“Dosen belum memenuhi standar pendidikan S2 dimaksud diberi kesempatan dan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan lanjutan sehingga bagi mereka sudah meraihnya akan mendapatkan tunjangan profesi,” tegasnya.
Menyinggung lembaga berhak “sertifikasi pendidikan” guru dan dosen, dijelaskan, sesuai keputusan pemerintah lembaga berhak untuk sertifikasi pendidikan terhadap guru dan dosen adalah Unimed dan 4 mitranya dari PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di daerah ini.
Ketika ditanya soal mutu publikasi internasional, katanya, mutu perguruan tinggi 25 persen dari target semula 20 persen mutu tentang publikasi internasional tahun 2006 dan terdapat peningkatan jumlah komunikasi internasional 20 persen.
Sedangkan partisipasi pendidikan/Angka Partisipasi Kasar (APK) jumlah mahasiswa 3,3 persen meningkat dari tahun lalu hanya 1,5 persen termasuk peningkatan pendidikan profesi dosen sebesar 10 persen dibandingkan lulusan S1 dan D4 dan tahun 2007 pendidikan profesi akan mencapai target yang signifikan. (M11/g)
http://hariansib.com/2007/10/22/dosen-ptn-dan-pts-harus-s2/#more-16626

2007年10月25日 星期四

PHIL KNIGHT, PENDIRI NIKE Ubah Sepatu Olahraga Jadi Fesyen Dunia


Kamis, 25/10/2007

Tiga dekade lalu, Knight mungkin belum menduga sepatu yang dia jual dari bagasi mobilnya dulu akan menjadi simbol fesyen dunia.

KNIGHT mungkin tak pernah menyangka bahwa perusahaan Nike yang dirintisnya ini terus meraksasa dengan keberhasilannya mengakuisisi perusahaan sepatu dan perlengkapan olahraga terbesar di Inggris, Umbro, pada Selasa (23/10) lalu. Dengan akuisisi ini, Nike diyakini akan menjadi produsen sepatu dan perlengkapan olahraga terbesar di dunia. Nike—nama dewa kemenangan Yunani yang bersayap—mengambil alih Umbro beserta seluruh lisensi yang tersebar di lebih dari 90 negara di dunia dengan banderol USD582 juta.

Ini menjadi perkembangan strategis yang signifikan bagi Nike. Pasalnya, Nike berencana menjadi merek utama di turnamen sepak bola empat tahunan paling akbar, Piala Dunia 2010. Knight memang tidak lagi menjabat sebagai CEO Nike saat ini. Dia mengundurkan diri sebagai CEO sekaligus presiden pada Desember 2004 dan memercayakan perusahaan yang bermarkas Beaverton,Oregon,Amerika Serikat (AS), tersebut kepada William Perez. Sejak 2006, giliran Mark Parker yang menduduki kursi tertinggi di Nike. Knight yang terlahir pada 24 Februari 1938 itu mendirikan Nike bersama Bill Bowerman, pelatih atletik legendaris AS.

Knight sendiri mantan seorang pelari yang pernah dilatih oleh Bowerman. Sebagai pelatih atletik, Bowerman tidak puas dengan sepatu buatan asli AS. Dia pun bereksperimen merancang sepatu dan menjadikan Knight sebagai kelinci percobaannya. ”Sepatu buatan AS memang murah saat itu, namun saya tidak mau kaki saya lecet-lecet setelah berlari beberapa kilometer,” tandas Knight. Dari situlah awal mula terciptanya sepatu Nike. Bowerman sebagai pencipta sepatu dan Knight—lulusan Sekolah Bisnis Stanford—sebagai pengelola manajemen dan pemasarannya.

Dengan masing-masing menyetor modal USD500, Bowerman dan Knight membentuk Blue Ribbon Sport, cikal bakal Nike, pada 1968. Desain sol sepatu mirip makanan wafel yang digunakan di sepatusepatu Nike merupakan kreativitas dari Bowerman. Dia terinspirasi istrinya saat membuat kue wafel. Bahkan, dia merancang sepatu dengan pemanggang kue wafel istrinya. Kolaborasi kedua orang tersebut membuat Nike sedikit demi sedikit terus berkembang. Dimulai dengan produk sepatu bernama Cortez yang diproduksi pada 1972, merek Nike dengan semboyan Just Do It itu mulai dikenal di dunia atletik AS.

Hingga 1979, Nike sudah mampu menguasai 50% pasar sepatu lari di AS. Pada periode 1980-an hingga 1990-an, Nike menggebrak dunia dengan beragam bentuk iklan kreatif yang dibintangi ikon olahraga seperti Michael Jordan. Sepatu Air Jordan, menjadi produk fenomenal dan digandrungi di seluruh dunia. Memang, Jordan sebagai bintang iklan Nike ketika itu tengah mengalami masa-masa jaya. Diyakini, Knightlah orang yang berhasil mengikat kontrak dengan pebasket legendaris AS tersebut. Pada 1984, Jordan masih seorang rookie (pemain debutan) di Chicago Bulls.

Namun Knight sudah bisa melihat potensi besar Jordan sebagai ikon olahraga yang berguna bagi pemasaran produk-produk Nike. ”Bagi saya, Phil Knight akan selalu diingat sebagai seorang tokoh pemasaran alat olahraga yang visioner. Dia akan selalu menjadi bagian dari Nike. Saya banyak belajar darinya mengenai industri ini dan selalu menghormati determinasi dan kreativitasnya,” papar Jordan. Meski begitu, Nike sempat terguncang dan mengalami titik balik pada 1998.Penjualan sepatu-sepatu Nike turun drastis, bahkan sebelum Jordan pensiun pada 2003.

Situasi itu ditambah buruk dengan meninggalnya Bowerman pada 1999. Tidak sampai di situ, Nike juga disoroti atas reputasinya yang banyak mempekerjakan buruh wanita di bawah umur dan yang tengah hamil di luar negeri, salah satunya di Indonesia. Di tengah gonjang-ganjing ini, Knight kembali ke Nike untuk memperbaiki dan mengembalikan perusahaan yang dia rintis ke jalur semula.Selama beberapa periode tertentu, Knight tidak terlibat langsung dalam manajemen Nike karena sibuk dengan kepentingan lain. Knight—yang memiliki kirakira 32% saham Nikel—langsung melakukan perubahan besarbesaran pada manajemen yang dianggapnya telah gagal.

Dia juga mengakui kesalahan dirinya sendiri karena tidak terlibat langsung selama beberapa waktu, padahal sebenarnya bisa melakukan sesuatu yang lebih baik untuk menghindari penurunan performa Nike. Kebijakan pertamanya sejak kembali ke manajemen adalah menarik kembali para petinggi veteran Nike yang pernah mengabdi sejak awal pertumbuhan perusahaan tersebut.Tidak hanya itu, dia juga merekrut muka-muka baru dari luar perusahaan yang dia anggap sangat kompeten. Dengan penggabungan orang dalam dan luar, tua dan muda, Knight berharap dapat membentuk manajemen yang seimbang, yaitu antara sosok kreatif dengan sosok yang bertanggung jawab secara finansial.

Rupanya, manajemen baru bentukan Knight ini berhasil menarik kepercayaan investor dan mengembalikan kinerja Nike ke bentuk semula. Sekarang, Knight menyerahkan Nike kepada eksekutif-eksekutif dan orang-orang kepercayaannya. Dengan dasar manajemen yang sudah dibentuk oleh Knight, CEO dan presiden Nike yang sekarang, Mark Parker, hanya perlu meneruskan tongkat estafet dari Knight. (berbagai sumber/tri subhki r)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/phil-knight-pendiri-nike-ubah-sepatu-olahraga-jadi-fesyen.html

2007年10月13日 星期六

Badan Hukum Yayasan Pendidikan GMI Siap Disesuaikan


Senin, 01-10-2007
*benny pasaribu
MedanBisnis – Medan
Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia (YPGMI) Wilayah I Medan, siap menyesuaikan badan hukum YPGMI dengan Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Pasalnya, UU tersebut menggariskan seluruh yayasan di Indonesia harus menyesuaikan diri paling lambat Oktober 2008.

Jika yayasan tidak melakukan penyesuaian, maka izin operasional yayasan akan dibekukan sekaligus keseluruhan status hukum maupun aktivitas yayasan akan dibubarkan pemerintah melalui putusan pengadilan.
Karenanya, badan hukum YPGMI menggelar Seminar Sehari UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.
Seluruh pengurus dan praktisi pendidikan di lingkungan YPGMI mengaku siap menentukannya, yang selanjutnya akan disampaikan ke Tim Perumus untuk diputuskan.
Selain sebagai wadah untuk mencari masukan sehubungan dengan akan disesuaikannya badan hukum YPGMI, seminar juga bertujuan untuk membuka cakrawala masyarakat akan sejumlah pengertian, pedoman dan ketentuan yang harus dipedomani untuk menghidari perpecahan di tubuh pengurus yayasan yang makin marak saat ini.
Pembicara yang tampil dalam seminar yang digelar di Royal Room Hotel Danau Toba Internasional Medan, Jumat (28/9), antara lain Bishop Dr H Doloksaribu MTh, Ketua YPGMI Wilayah I Medan Drs Hotlan Butarbutar, Aktivis LSM dan Akademisi Prof Dr Ninggrum Natasia Sirait SH MLi, serta Praktisi Hukum Pagit Maria Tarigan SH. Seminar diikuti seluruh pengurus dan praktisi pendidikan di lingkungan YPGMI Wilayah I Medan.
Dalam uraiannya, Bishop Dr H Doloksaribu MTh mengatakan, UU perubahan menuntut disesuaikannya status badan hukum YPGMI jika ingin melanjutkan operasional.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua YPGMI Hotlan Butarbutar, badan hukum harus disesuakan apakah badan hukum berbentuk yayasan dan berbentuk perkumpulan.
Hotlan juga mengupas keunggulan dan kelemahan badan hukum yayasan dan badan hukum perkumpulan.
“Sebenarnya badan hukum yayasan saat ini legal, namun harus disesuaikan dengan UU Nomor 28 mengingat masih adanya beberapa poin yang perlu disempurnakan,” ujarnya.
Sementara itu, Ningrum Sirait mengatakan, kunci utuhnya suatu yayasan terletak pada kemampuan para pengurusnya menempatkan kekuatan (power) yang dimiliki. Kenyataan selama ini, kekuatan justru digunakan sebagai pemecah kesatuan yayasan.
Ningrum pada kesempatan tersebut juga mengupas tuntas tentang yayasan, yang diharapkannya menjadi rujukan bagi para peserta untuk memilih apakah badan hukum yayasan atau badan perkumpulan.
Pembicara lainnya Pagit Tarigan menekankan pengertian penyesuaian yang sangat diperlukan untuk memenuhi izin operasional dan akreditasi lembaga pendidikan di lingkungan GMI dan status badan hukum yayasan tersebut sebagaimana berlaku bagi yayasan lainnya yang sama kegiatannya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Dr Poltak Sinaga MSi didampingi unsur panitia lainnya JM Hutapea SE MM berharap, pelaksanaan seminar sehari menjadi bahan pemikiran bagi pengurus dan praktisi pendidikan YPGMI, yang dapat membawa hasil terbaik bagi penetapan badan hukum YPGMI Wilayah I Medan. Dengan demikian, perpecahan dan konflik dapat diantisipasi sedini mungkin.

Ingwer Ludwig Nommensen


Ingwer Ludwig Nommensen (Pulau Nordstrand, Schleswig-Holstein (saat itu merupakan wilayah Denmark tetapi sekarang wilayah Jerman), 6 Februari 1834 - Sigumpar, Sumatra Utara, 23 Mei 1918), adalah seorang penyebar agama Kristen Protestan di antara suku Batak, Sumatra Utara. Selain itu Nommensen juga dikenal sebagai seorang ahli bahasa.

Biografi sebagai penginjil

Ayah Ingwer Ludwig sangat miskin dan sakit-sakitan. Sejak kecil Nommensen terbiasa hidup dalam penderitaan. Pada umur 8 tahun ia sudah mulai mencari nafkah untuk membantu orang tuanya, dengan menggembalakan domba milik orang lain pada musim panas. Lalu pada musim dingin ia bersekolah. Pada usia 10 tahun ia menjadi buruh tani sehingga pekerjaan itu menjadi tidak asing lagi baginya. Semuanya ini nampaknya merupakan persiapan bagi pekerjaannya sebagai pekabar Injil yang tangguh di kemudian hari.
Pada 1846, saat berusia 12 tahun, Nommensen mengalami kecelakaan parah. Sewaktu ia bermain kejar-kejaran dengan temannya, ia ditabrak kereta kuda. Kereta itu menggilas kakinya sampai patah. Terpaksa ia berbaring di tempat tidur berbulan-bulan lamanya. Teman-temannya biasanya datang menceritakan pengajaran dan cerita dari guru di sekolahnya, termasuk cerita pengalaman para pendeta yang pergi memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenalnya. Nommensen pun sangat tertarik dengan cerita-cerita itu. Sementara lukanya makin parah sehingga ia tidak dapat berjalan sama sekali. Tapi, sekalipun sakit, Nommensen belajar merajut kaos, menjahit dan menambal sendiri pakaiannya yang robek.
Maka sekali peristiwa ia membaca Injil Yohanes 16:23-26, tentang pernyataan Tuhan Yesus bahwa barangsiapa meminta sesuatu kepada Bapa di sorga, Bapa pasti akan mengabulkan. Nommensen pun bertanya kepada ibunya, apakah kata-kata Yesus itu masih berlaku. Ibunya menyakinkannya bahwa kata-kata itu masih berlaku. Ia meminta ibunya agar berdoa bersamanya. Dalam doa, Nommensen meminta kesembuhan, dan ia berjanji kalau ia disembuhkan maka ia akan pergi memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal. Doanya dikabulkan. Tak lama kemudian kakinya sembuh. Lalu kembalilah Nommensen menggembalakan domba.
Namun janjinya pada Tuhan selalu mendesaknya agar segera memenuhinya. Maka ia melamar menjadi penginjil. Beberapa tahun ia belajar sebagai calon penginjil. Sesudah lulus, ia berangkat ke Sumatra dan tiba pada Mei 1862 di Padang. Ia memulai misinya di Barus. Ia belajar bahasa Batak dan bahasa Melayu, dan ternyata dengan cepat bahasa-bahasa itu dikuasainya. Ia lalu mulai mengadakan kontak dengan orang Batak, terutama dengan raja-raja. Ia mempelajari adat-istiadat Batak dan mempergunakannya dalam mempererat pergaulan.
Nommensen meminta izin masuk ke pedalaman, tapi dilarang pemerintah, karena sangat berbahaya bagi orang asing, Nommensen tidak takut. Ia memilih Silindung sebagai tempat tinggalnya yang baru. Ia mendapat gangguan yang hebat, tapi ia tak putus asa. Ia berhasil mengumpulkan jemaatnya yang pertama di Huta Dame (Kampung Damai). Tahun 1873 ia mendirikan gedung gereja, sekolah dan rumahnya di Pearaja. Sampai kini Pearaja menjadi pusat Gereja HKBP.

Pekerjaan Nommensen diberkati Tuhan sehingga Injil makin meluas. Sekali lagi ia memindahkan tempat tinggalnya ke kampung Sigumpar pada tahun 1891, dan ia tinggal di sini sampai wafat. Nommensen menerjemahkan kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Toba. Ia juga berusaha memperbaiki pertanian dan peternakan. Sekolah-sekolah, balai-balai pengobatan dibukanya. Dalam misinya, ia menyadari perlunya melibatkan orang-orang Batak. Maka dibukanyalah sekolah penginjil yang menghasilkan penginjil-penginjil Batak pribumi. Demikian juga untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah, Nommensen membuka pendidikan guru.
Nommensen meninggal pada usia sangat tua, 84 tahun, pada tanggal 23 Mei 1918. Nommensen kemudian dimakamkan di Sigumpar, di tengah suku Batak, setelah bekerja demi suku ini selama 57 tahun.
Nommensen juga dikenal sebagai seorang ahli bahasa, terutama bahasa-bahasa Batak.

Referensi

1877, The Gospel according to Sint John: Translated out of the Original Greek into Batta (Toba), the Language of the Batta in the Island of Sumatra. Elberfeld: Friderichs & Comp.
1877, Tobasch Spelboekje, Batavia: 's Landsdrukkerij
1878, The New Testament of our Lord and Saviour Jesus Christ: Translated out of the original Greek into Batta (Toba), the language of the Batta in the island of Sumatra. Elberfeld: R. L. Friderichs & Comp,
1885, Tobasch Spelboekje, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.
1886, Djamita sian Hata ni Debata na de Padan na Robi, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.
1902, Jamita sian hata ni Debata na di padan na robi, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.

2007年10月9日 星期二

Batu Kuno Di Peru : Manusia Pernah Hidup Bersama Dinosaurus


(Erabaru.or.id) - Di dataran utara Nasca, Peru, terdapat sebuah desa bernama ICA yang memiliki sebuah museum batu. Di dalam museum tersebut terpajang lebih dari 10.000 batu misterius yang terukir aneka gambar, sejumlah besar gambar yang sulit dipercaya, yang tercatat adalah sebuah peradaban manusia purbakala yang sangat maju yang telah musnah, gambar-gambar batu ini disebut prasasti batu ICA.

Menurut laporan media setempat, batuan-batuan yang terukir gambar yang disimpan di museum tersebut mulai ditemukan dalam skala besar ketika bendungan di Sungai ICA jebol. Gambar yang terukir di atas batu tersebut antara lain galaksi angkasa, binatang purbakala, daratan prasejarah, bencana dahsyat zaman dulu dan beberapa goresan kategori lain.

Menurut prediksi batu-batu langka yang dikumpulkan ini mungkin sudah ribuan tahun sejarahnya. Ahli terkait telah mengadakan tes kimia pada batu tersebut, dan hasilnya menunjukkan, bahwa batu-batu tersebut berasal dari sungai setempat dan merupakan batu Gunung Andes, permukaannya ditutupi dengan selapisan oksida. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ilmuwan Jerman disimpulkan bahwa bekas ukiran di atas batu tersebut sudah sangat lama sejarahnya, dan batu yang ditemukan disekitar gua, terdapat fosil organisme jutaan tahun silam.

Oleh ilmuwan, manusia-manusia purbakala pada batu ukiran tersebut dinamakan “bangsa geological”, ditilik dari gambar batu ukiran tersebut, mereka memiliki peradaban yang sangat maju. Di atas batu ukiran tersebut dilukiskan tentang operasi transplantasi organ, transfusi darah, teleskop, peralatan medis, manusia yang mengejar dinosaurus dan lain-lain pemandangan yang sulit dijelaskan secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan modern.

Dalam gambar batu-batu ini, orang-orang bisa melihat secara jelas suasana kehidupan manusia bersama dengan dinosaurus dan ditilik dari gambar tersebut, perbandingan postur dinosaurus dengan manusia yang dilukiskan tidak berbeda jauh, dinosaurus bagaikan hewan piaraan, atau mungkin binatang yang dijinakkan orang-orang kala itu. Menurut ilmuwan, bahwa dinosaurus sudah punah sejak ratusan juta tahun silam, namun yang membingungkan adalah bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan raksasa dinosaurus?

Ada sebuah batu yang dipahat dengan seekor Triceratops. Tampang dinosaurus ini sangat mirip dengan badak, namanya diambil dari 3 buah tanduk di kepalanya, seorang manusia menunggang di atas punggung Triceratops, tangannya menggengam senjata seperti kampak. Dan pada batu lainnya, tampak seorang manusia tengah menunggang di atas punggung dinosaurus. Selain itu, di atas sebuah batu terukir sebuah gambar, seorang manusia yang panik tampak dikejar oleh Tyrannosaurus Rex.

Selain itu, menurut penuturan pemiliknya yakni Dr. Javier Cabrera, bangsa geological tahu bahwa di galaksi yang jauh terdapat kehidupan taraf tinggi, mereka memiliki teknologi angkasa yang hebat, tidak perlu memakai sumber energi yang dikenal manusia modern, tapi bisa melakukan perjalanan antar planet.

Di museum tersebut, ada beberapa gambar yang melukiskan bumi pada 13 juta tahun silam yang tampak dari angkasa. Ada 4 buah gambar pada ukiran tersebut persis seperti peta dunia, dan menurut sejumlah ahli, daratan yang dilukiskan pada peta-peta tersebut adalah daratan purbakala yang hingga sekarang masih merupakan misteri yakni daratan Atlantis, dalam dokumen kuno yang ditemukan juga ada gambaran tentang daratan purbakala yang tenggelam. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ahli geologi terbukti, bahwa ke empat batu tersebut memang benar merupakan peta dunia pada 13 juta tahun silam, bahkan sangat tepat dan akurat.

Di tilik dari gambar batu ukiran tersebut, bangsa geological menguasai teknologi medis yang tinggi, misalnya transplantasi otak besar, serta bagaimana cara mengatasi reaksi penolakan organ dalam proses transplantasi, dan penerapan teknologi-teknologi ini baru mulai dalam ilmu kedokteran modern. Salah satu gambar yang terukir dalam batu melukiskan pemisahan dan pengambilan benda berbentuk gelembung dalam lingkaran janin ibu hamil, dan menginjeksinya ke dalam tubuh pasien yang menanti transplantasi.

Pada batu ukiran tersebut juga dilukiskan tentang teknologi pembiusan dengan akuputur dalam operasi kedokteran. juga ada batu-batu yang mengukir gambar tentang gen genetika.

Yang lebih unik lagi, sejumlah gambar pada batu ukiran tersebut sama dengan gambar raksasa di dataran Nasca, ribuan bentuk dari potongan batu koral ini karya siapa, dan apa artinya, hingga sekarang masih merupakan misteri, namun, apakah garis atau bentuk batu-batu tersebut ada hubungannya dengan ukiran batu ICA, belum dapat di buktikan. (Sumber Dajiyuan)

2007年9月20日 星期四

Lintas Berita: Seminar The Impact of Theology for Spiritual Life

Glorianet - Pada hari Senin, 20 Agustus 2007 di kampus baru STT Amanat Agung di jalan Kedoya Raya No. 18, Jakarta Barat diadakan peresmian kampus baru dan seminar The Impact of Theology for Spiritual Life dengan mengundang Prof. Rev. Simon Chan, Ph.D dari Trinity Theological College (TTC) di Singapura. Prof. Simon Chan adalah dosen Teologi Sistematika dan juga mengajar mata kuliah Liturgical Education. Buku beliau yang sudah diterjemahkan yaitu Spiritual Teologi oleh Andi Offset, Jogjakarta. TTC adalah salah satu STT terbaik di Singapura selain SBC (Singapore Bible College) dan FEBC (Far Eastern Bible College). TTC didirikan oleh 3 denominasi gereja yaitu Presbyterian, Anglican dan Protestant.
Seminar yang bertema Dampak Teologi bagi Kehidupan Rohani ini diikuti oleh lebih kurang 220 orang peserta hamba Tuhan, aktivis, dan mahasiswa teologi dari berbagai gereja dan denominasi.

Fenomena Menarik
Yang menarik adalah Prof. Simon Chan mengaku bahwa beliau sendiri dari latar belakang denominasi Assembly of God hingga kini (di Indonesia dikenal dengan GSJA: Gereja Sidang Jemaat Allah). Namun beliau mempelajari dan mengajarkan pentingnya Liturgi dalam Ibadah Kristen. Menurut Prof Chan, beberapa gereja Pentakosta dan Karismatik di Amerika dan beberapa Negara Eropa kini sudah mulai kembali kepada ibadah bersifat Liturgi.

Acara yang dibuka oleh Rektor STT Amanat Agung (STTAA), Yohanes Adrie Hartopo, Ph.D ini memberi wawasan baru bagi para peserta tentang Dampak belajar Doktrin yang bersumber dari Kebenaran Alkitab bagi kehidupan sehari-hari. Diadakan juga pameran buku dalam seminar ini yang diikuti oleh penerbit Momentum, Gloria Graffa, STTAA, dan PPA. Gedung kampus baru ini berdiri cukup megah dan nantinya diharapkan para mahasiswa dan dosen dapat menempati dan belajar di Gedung yang baru ini. Gedung lama di daerah perumahan Grenville. Penulis sempat memperhatikan perpustakaan Kampus Baru ini. Meski jumlah koleksi buku sudah cukup banyak, namun masih dalam tahap dirapikan penataannya.

Dengan tiga sesi yang cukup padat, terlihat antusiasme para peserta dengan banyak penanya yang bertanya di akhir sesi 3. Khotbah atau seminar sesi 2 dan 3 ini diterjemahkan oleh Pdt. Paulus Kurnia yang juga dosen STTAA. Gaya beliau yang kocak dan kadang kurang tepat dalam penerjemahan membuat suasana seminar menjadi hidup dan penuh kekeluargaan. Seusai acara penulis sempat berbicara dengan beliau dan banyak peserta yang juga saling berkomunikasi atau sharing antar peserta baik di sela makan siang maupun Tea Time.

Beberapa STT pilihan bagi Calon Hamba Tuhan
Bagi para calon hamba Tuhan yang ingin mengenyam pendidikan Teologi yang Alkitabiah, beberapa STT berikut bisa jadi masukan yaitu: GITS (Graphe International Theological Seminary) yang mempunyai motto Singing is the Queen and preaching is the King, STT Amanat Agung yang saat ini dikelola SAAT yang didirikan oleh Gereja Kristus Yesus (GKY dulu GKJMB), STTRII (Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia). Ketiga STT ini berada di Jakarta. Selain itu yang sudah sangat lama berdiri yaitu SAAT Malang dapat menjadi pilihan bagi para calon mahasiswa Teologi yang menerima panggilan Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. Untuk diketahui pada tanggal 30 Oktober-2 November nanti, SAAT Malang akan mengadakan RETREAT DOKTRINAL dalam rangka mengingat 750 tahun REFORMASI yang dilakukan Martin Luther. (GCM/dede wijaya)