2007年10月30日 星期二
Gaji Besar Bikin Bahagia?
Uang, uang, dan uang, sepertinya "benda keramat" satu itu kerap memenuhi benak para pekerja. Kebanyakan orang beranggapan semuanya memungkinkan jika ada uang. Apalagi, semakin lama masyarakat memang semakin konsumtif.
Centre on Economic Performance yang berbasis di London mengadakan penelitian yang mempelajari hubungan antara kebahagiaan dan kekayaan. Penelitian ini bermaksud menjawab pertanyaan apakah orang yang lebih kaya akan lebih bahagia.
Ternyata jawabannya tidak! Jika kita hidup dalam kemiskinan, tambahan uang memang akan membuat kita bahagia. Tapi jika kita hidup berkecukupan dengan pekerjaan yang menunjang, kenaikan gaji sebanyak 20 persen tak akan membuat kita 20 persen lebih bahagia. Demikian kira-kira yang disimpulkan Richard Layard, pemimpin The Centre on Economic Performance. Menurut Layard, walaupun Amerika telah mengalami kemajuan besar-besaran dalam hal ekonomi sejak tahun 1950, namun masyarakatnya tidak bertambah bahagia ketimbang tahun 1950. Teori ini terbukti sama di beberapa negara makmur dan berkembang seperti Jepang dan Inggris.
Keadaan finansial yang lebih tebal justru membuat kita lebih lelah. Kenaikan gaji, pastinya juga ditambah dengan kenaikan tanggung jawab.
Jangan buru-buru ngiri dengan dokter bedah atau pialang saham yang berdompet tebal. Sebab, keputusan dan tindakan yang mereka lakukan juga mengandung risiko dan tanggung jawab yang sangat besar.
Semakin tinggi posisi kita di struktur perusahaan, pasti waktu dan tingkat stres juga ikut meningkat. Jadi, uang yang bertambah bukan berarti ikut meningkatkan kebahagiaan.
Kadang masalahnya bukan bagaimana kita mendefinisikan uang, tapi bagaimana kita memandang sebuah konsep "sejahtera". Pastinya sejahtera punya arti yang berbeda-beda setiap orang. Sejahtera pun tak selalu identik dengan uang.
Misalnya saja Anda dengan bangga memamerkan kenaikan gaji pada teman-teman Anda yang posisinya sama. Ketika itu Anda merasa paling sejahtera di antara mereka.
Namun ketika Anda pindah lingkungan dan bergaul dengan bos-bos, "kesejahteraan" Anda tadi itu langsung tak ada artinya. Jadi, jika kebahagiaan Anda bergantung pada banyaknya angka nol pada slip gaji, pastinya kebahagiaan itu akan sulit dicapai. Demikian MSCcarreer, Jumat (26/10).
Ketika ditanya apa yang paling penting dalam hidup, banyak orang menjawab keluarga atau kekasih. Tapi jika menengok jadwal kerja orang "berduit" pasti waktu untuk kedua hal penting tadi semakin menipis. Waktu mereka akan habis untuk bekerja, menyelesaikan pekerjaan dan bersiap untuk bekerja.
Nah, yang tidak disadari, kurangnya waktu bersama keluarga dan orang tersayang itu akan membuat mereka mudah stres dan sulit untuk merasa bahagia. Hal itu karena kasih sayang, kehangatan, dan perhatian yang biasanya didapatkan dari orang terkasih menjadi berkurang. Bukan karena keluarganya, tapi karena mereka sebagai orang "berduit" terlalu sibuk dan pusing memikirkan pekerjaan. Pulang kerja mereka biasanya lelah dan langsung tertidur. Waktu bicara untuk mendengar kabar baru dari keluarga pun lenyap.
Lalu bagaimana caranya agar tetap bahagia? Paksa cari waktu luang. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang membuat kita bahagia. Mulai kembali menekuni hobi yang tertinggal, bercengkerama bersama keluarga di rumah, memulai bisnis sendiri, atau hal apapun yang membuat kita merasa bahagia tanpa menimbulkan banyak tanggung jawab baru.
Lama kelamaan kita akan menemukan bahwa menjadi lebih kaya tidak mutlak akan membuat kita senang. Benar-benar merasakan dan memperoleh kesenanganlah yang justru membuat hidup kita lebih kaya!
Cbn | Global Oleh Redaksi Web - Saturday 27 October 2007 - 11:59:30
2007年10月27日 星期六
Dosen PTN dan PTS Harus S2
Berdasarkan UU Guru dan Dosen No 14/2005 dinyatakan tahun 2007 ini dosen perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumut harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal Strata 2 (S2).
Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut Drs Taroni Hia melalui Kasubdis Dikti (Pendidikan Tinggi) H Hermansyur SE MSi di kantornya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, untuk memenuhi kualifikasi pendidikan dosen tersebut dalam waktu dekat akan dilaksanakan sertifikasi terhadap para dosen yang masih memiliki pendidikan S1 (Strata 1).
“Dosen belum memenuhi standar pendidikan S2 dimaksud diberi kesempatan dan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan lanjutan sehingga bagi mereka sudah meraihnya akan mendapatkan tunjangan profesi,” tegasnya.
Menyinggung lembaga berhak “sertifikasi pendidikan” guru dan dosen, dijelaskan, sesuai keputusan pemerintah lembaga berhak untuk sertifikasi pendidikan terhadap guru dan dosen adalah Unimed dan 4 mitranya dari PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di daerah ini.
Ketika ditanya soal mutu publikasi internasional, katanya, mutu perguruan tinggi 25 persen dari target semula 20 persen mutu tentang publikasi internasional tahun 2006 dan terdapat peningkatan jumlah komunikasi internasional 20 persen.
Sedangkan partisipasi pendidikan/Angka Partisipasi Kasar (APK) jumlah mahasiswa 3,3 persen meningkat dari tahun lalu hanya 1,5 persen termasuk peningkatan pendidikan profesi dosen sebesar 10 persen dibandingkan lulusan S1 dan D4 dan tahun 2007 pendidikan profesi akan mencapai target yang signifikan. (M11/g)
http://hariansib.com/2007/10/22/dosen-ptn-dan-pts-harus-s2/#more-16626
2007年10月25日 星期四
PHIL KNIGHT, PENDIRI NIKE Ubah Sepatu Olahraga Jadi Fesyen Dunia
| | |||
| Kamis, 25/10/2007 | |||
Tiga dekade lalu, Knight mungkin belum menduga sepatu yang dia jual dari bagasi mobilnya dulu akan menjadi simbol fesyen dunia.
KNIGHT mungkin tak pernah menyangka bahwa perusahaan Nike yang dirintisnya ini terus meraksasa dengan keberhasilannya mengakuisisi perusahaan sepatu dan perlengkapan olahraga terbesar di Inggris, Umbro, pada Selasa (23/10) lalu. Dengan akuisisi ini, Nike diyakini akan menjadi produsen sepatu dan perlengkapan olahraga terbesar di dunia. Nike—nama dewa kemenangan Yunani yang bersayap—mengambil alih Umbro beserta seluruh lisensi yang tersebar di lebih dari 90 negara di dunia dengan banderol USD582 juta.
Ini menjadi perkembangan strategis yang signifikan bagi Nike. Pasalnya, Nike berencana menjadi merek utama di turnamen sepak bola empat tahunan paling akbar, Piala Dunia 2010. Knight memang tidak lagi menjabat sebagai CEO Nike saat ini. Dia mengundurkan diri sebagai CEO sekaligus presiden pada Desember 2004 dan memercayakan perusahaan yang bermarkas Beaverton,Oregon,Amerika Serikat (AS), tersebut kepada William Perez. Sejak 2006, giliran Mark Parker yang menduduki kursi tertinggi di Nike. Knight yang terlahir pada 24 Februari 1938 itu mendirikan Nike bersama Bill Bowerman, pelatih atletik legendaris AS.
Knight sendiri mantan seorang pelari yang pernah dilatih oleh Bowerman. Sebagai pelatih atletik, Bowerman tidak puas dengan sepatu buatan asli AS. Dia pun bereksperimen merancang sepatu dan menjadikan Knight sebagai kelinci percobaannya. ”Sepatu buatan AS memang murah saat itu, namun saya tidak mau kaki saya lecet-lecet setelah berlari beberapa kilometer,” tandas Knight. Dari situlah awal mula terciptanya sepatu Nike. Bowerman sebagai pencipta sepatu dan Knight—lulusan Sekolah Bisnis Stanford—sebagai pengelola manajemen dan pemasarannya.
Dengan masing-masing menyetor modal USD500, Bowerman dan Knight membentuk Blue Ribbon Sport, cikal bakal Nike, pada 1968. Desain sol sepatu mirip makanan wafel yang digunakan di sepatusepatu Nike merupakan kreativitas dari Bowerman. Dia terinspirasi istrinya saat membuat kue wafel. Bahkan, dia merancang sepatu dengan pemanggang kue wafel istrinya. Kolaborasi kedua orang tersebut membuat Nike sedikit demi sedikit terus berkembang. Dimulai dengan produk sepatu bernama Cortez yang diproduksi pada 1972, merek Nike dengan semboyan Just Do It itu mulai dikenal di dunia atletik AS.
Hingga 1979, Nike sudah mampu menguasai 50% pasar sepatu lari di AS. Pada periode 1980-an hingga 1990-an, Nike menggebrak dunia dengan beragam bentuk iklan kreatif yang dibintangi ikon olahraga seperti Michael Jordan. Sepatu Air Jordan, menjadi produk fenomenal dan digandrungi di seluruh dunia. Memang, Jordan sebagai bintang iklan Nike ketika itu tengah mengalami masa-masa jaya. Diyakini, Knightlah orang yang berhasil mengikat kontrak dengan pebasket legendaris AS tersebut. Pada 1984, Jordan masih seorang rookie (pemain debutan) di Chicago Bulls.
Namun Knight sudah bisa melihat potensi besar Jordan sebagai ikon olahraga yang berguna bagi pemasaran produk-produk Nike. ”Bagi saya, Phil Knight akan selalu diingat sebagai seorang tokoh pemasaran alat olahraga yang visioner. Dia akan selalu menjadi bagian dari Nike. Saya banyak belajar darinya mengenai industri ini dan selalu menghormati determinasi dan kreativitasnya,” papar Jordan. Meski begitu, Nike sempat terguncang dan mengalami titik balik pada 1998.Penjualan sepatu-sepatu Nike turun drastis, bahkan sebelum Jordan pensiun pada 2003.
Situasi itu ditambah buruk dengan meninggalnya Bowerman pada 1999. Tidak sampai di situ, Nike juga disoroti atas reputasinya yang banyak mempekerjakan buruh wanita di bawah umur dan yang tengah hamil di luar negeri, salah satunya di Indonesia. Di tengah gonjang-ganjing ini, Knight kembali ke Nike untuk memperbaiki dan mengembalikan perusahaan yang dia rintis ke jalur semula.Selama beberapa periode tertentu, Knight tidak terlibat langsung dalam manajemen Nike karena sibuk dengan kepentingan lain. Knight—yang memiliki kirakira 32% saham Nikel—langsung melakukan perubahan besarbesaran pada manajemen yang dianggapnya telah gagal.
Dia juga mengakui kesalahan dirinya sendiri karena tidak terlibat langsung selama beberapa waktu, padahal sebenarnya bisa melakukan sesuatu yang lebih baik untuk menghindari penurunan performa Nike. Kebijakan pertamanya sejak kembali ke manajemen adalah menarik kembali para petinggi veteran Nike yang pernah mengabdi sejak awal pertumbuhan perusahaan tersebut.Tidak hanya itu, dia juga merekrut muka-muka baru dari luar perusahaan yang dia anggap sangat kompeten. Dengan penggabungan orang dalam dan luar, tua dan muda, Knight berharap dapat membentuk manajemen yang seimbang, yaitu antara sosok kreatif dengan sosok yang bertanggung jawab secara finansial.
Rupanya, manajemen baru bentukan Knight ini berhasil menarik kepercayaan investor dan mengembalikan kinerja Nike ke bentuk semula. Sekarang, Knight menyerahkan Nike kepada eksekutif-eksekutif dan orang-orang kepercayaannya. Dengan dasar manajemen yang sudah dibentuk oleh Knight, CEO dan presiden Nike yang sekarang, Mark Parker, hanya perlu meneruskan tongkat estafet dari Knight. (berbagai sumber/tri subhki r)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/phil-knight-pendiri-nike-ubah-sepatu-olahraga-jadi-fesyen.html
2007年10月13日 星期六
Badan Hukum Yayasan Pendidikan GMI Siap Disesuaikan
*benny pasaribu
MedanBisnis – Medan
Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia (YPGMI) Wilayah I Medan, siap menyesuaikan badan hukum YPGMI dengan Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Pasalnya, UU tersebut menggariskan seluruh yayasan di Indonesia harus menyesuaikan diri paling lambat Oktober 2008.
Jika yayasan tidak melakukan penyesuaian, maka izin operasional yayasan akan dibekukan sekaligus keseluruhan status hukum maupun aktivitas yayasan akan dibubarkan pemerintah melalui putusan pengadilan.
Karenanya, badan hukum YPGMI menggelar Seminar Sehari UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.
Seluruh pengurus dan praktisi pendidikan di lingkungan YPGMI mengaku siap menentukannya, yang selanjutnya akan disampaikan ke Tim Perumus untuk diputuskan.
Selain sebagai wadah untuk mencari masukan sehubungan dengan akan disesuaikannya badan hukum YPGMI, seminar juga bertujuan untuk membuka cakrawala masyarakat akan sejumlah pengertian, pedoman dan ketentuan yang harus dipedomani untuk menghidari perpecahan di tubuh pengurus yayasan yang makin marak saat ini.
Pembicara yang tampil dalam seminar yang digelar di Royal Room Hotel Danau Toba Internasional Medan, Jumat (28/9), antara lain Bishop Dr H Doloksaribu MTh, Ketua YPGMI Wilayah I Medan Drs Hotlan Butarbutar, Aktivis LSM dan Akademisi Prof Dr Ninggrum Natasia Sirait SH MLi, serta Praktisi Hukum Pagit Maria Tarigan SH. Seminar diikuti seluruh pengurus dan praktisi pendidikan di lingkungan YPGMI Wilayah I Medan.
Dalam uraiannya, Bishop Dr H Doloksaribu MTh mengatakan, UU perubahan menuntut disesuaikannya status badan hukum YPGMI jika ingin melanjutkan operasional.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua YPGMI Hotlan Butarbutar, badan hukum harus disesuakan apakah badan hukum berbentuk yayasan dan berbentuk perkumpulan.
Hotlan juga mengupas keunggulan dan kelemahan badan hukum yayasan dan badan hukum perkumpulan.
“Sebenarnya badan hukum yayasan saat ini legal, namun harus disesuaikan dengan UU Nomor 28 mengingat masih adanya beberapa poin yang perlu disempurnakan,” ujarnya.
Sementara itu, Ningrum Sirait mengatakan, kunci utuhnya suatu yayasan terletak pada kemampuan para pengurusnya menempatkan kekuatan (power) yang dimiliki. Kenyataan selama ini, kekuatan justru digunakan sebagai pemecah kesatuan yayasan.
Ningrum pada kesempatan tersebut juga mengupas tuntas tentang yayasan, yang diharapkannya menjadi rujukan bagi para peserta untuk memilih apakah badan hukum yayasan atau badan perkumpulan.
Pembicara lainnya Pagit Tarigan menekankan pengertian penyesuaian yang sangat diperlukan untuk memenuhi izin operasional dan akreditasi lembaga pendidikan di lingkungan GMI dan status badan hukum yayasan tersebut sebagaimana berlaku bagi yayasan lainnya yang sama kegiatannya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Dr Poltak Sinaga MSi didampingi unsur panitia lainnya JM Hutapea SE MM berharap, pelaksanaan seminar sehari menjadi bahan pemikiran bagi pengurus dan praktisi pendidikan YPGMI, yang dapat membawa hasil terbaik bagi penetapan badan hukum YPGMI Wilayah I Medan. Dengan demikian, perpecahan dan konflik dapat diantisipasi sedini mungkin.
Ingwer Ludwig Nommensen





Ingwer Ludwig Nommensen (Pulau Nordstrand, Schleswig-Holstein (saat itu merupakan wilayah Denmark tetapi sekarang wilayah Jerman), 6 Februari 1834 - Sigumpar, Sumatra Utara, 23 Mei 1918), adalah seorang penyebar agama Kristen Protestan di antara suku Batak, Sumatra Utara. Selain itu Nommensen juga dikenal sebagai seorang ahli bahasa.
Nommensen juga dikenal sebagai seorang ahli bahasa, terutama bahasa-bahasa Batak.
Referensi
1877, The Gospel according to Sint John: Translated out of the Original Greek into Batta (Toba), the Language of the Batta in the Island of Sumatra. Elberfeld: Friderichs & Comp.
1877, Tobasch Spelboekje, Batavia: 's Landsdrukkerij
1885, Tobasch Spelboekje, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.
1886, Djamita sian Hata ni Debata na de Padan na Robi, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.
1902, Jamita sian hata ni Debata na di padan na robi, Elberfeld: R.L. Friderichs & Comp.
2007年10月9日 星期二
Batu Kuno Di Peru : Manusia Pernah Hidup Bersama Dinosaurus
(Erabaru.or.id) - Di dataran utara Nasca, Peru, terdapat sebuah desa bernama ICA yang memiliki sebuah museum batu. Di dalam museum tersebut terpajang lebih dari 10.000 batu misterius yang terukir aneka gambar, sejumlah besar gambar yang sulit dipercaya, yang tercatat adalah sebuah peradaban manusia purbakala yang sangat maju yang telah musnah, gambar-gambar batu ini disebut prasasti batu ICA.
Menurut laporan media setempat, batuan-batuan yang terukir gambar yang disimpan di museum tersebut mulai ditemukan dalam skala besar ketika bendungan di Sungai ICA jebol. Gambar yang terukir di atas batu tersebut antara lain galaksi angkasa, binatang purbakala, daratan prasejarah, bencana dahsyat zaman dulu dan beberapa goresan kategori lain.
Menurut prediksi batu-batu langka yang dikumpulkan ini mungkin sudah ribuan tahun sejarahnya. Ahli terkait telah mengadakan tes kimia pada batu tersebut, dan hasilnya menunjukkan, bahwa batu-batu tersebut berasal dari sungai setempat dan merupakan batu Gunung Andes, permukaannya ditutupi dengan selapisan oksida. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ilmuwan Jerman disimpulkan bahwa bekas ukiran di atas batu tersebut sudah sangat lama sejarahnya, dan batu yang ditemukan disekitar gua, terdapat fosil organisme jutaan tahun silam.
Oleh ilmuwan, manusia-manusia purbakala pada batu ukiran tersebut dinamakan “bangsa geological”, ditilik dari gambar batu ukiran tersebut, mereka memiliki peradaban yang sangat maju. Di atas batu ukiran tersebut dilukiskan tentang operasi transplantasi organ, transfusi darah, teleskop, peralatan medis, manusia yang mengejar dinosaurus dan lain-lain pemandangan yang sulit dijelaskan secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan modern.
Dalam gambar batu-batu ini, orang-orang bisa melihat secara jelas suasana kehidupan manusia bersama dengan dinosaurus dan ditilik dari gambar tersebut, perbandingan postur dinosaurus dengan manusia yang dilukiskan tidak berbeda jauh, dinosaurus bagaikan hewan piaraan, atau mungkin binatang yang dijinakkan orang-orang kala itu. Menurut ilmuwan, bahwa dinosaurus sudah punah sejak ratusan juta tahun silam, namun yang membingungkan adalah bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan raksasa dinosaurus?
Ada sebuah batu yang dipahat dengan seekor Triceratops. Tampang dinosaurus ini sangat mirip dengan badak, namanya diambil dari 3 buah tanduk di kepalanya, seorang manusia menunggang di atas punggung Triceratops, tangannya menggengam senjata seperti kampak. Dan pada batu lainnya, tampak seorang manusia tengah menunggang di atas punggung dinosaurus. Selain itu, di atas sebuah batu terukir sebuah gambar, seorang manusia yang panik tampak dikejar oleh Tyrannosaurus Rex.
Selain itu, menurut penuturan pemiliknya yakni Dr. Javier Cabrera, bangsa geological tahu bahwa di galaksi yang jauh terdapat kehidupan taraf tinggi, mereka memiliki teknologi angkasa yang hebat, tidak perlu memakai sumber energi yang dikenal manusia modern, tapi bisa melakukan perjalanan antar planet.
Di museum tersebut, ada beberapa gambar yang melukiskan bumi pada 13 juta tahun silam yang tampak dari angkasa. Ada 4 buah gambar pada ukiran tersebut persis seperti peta dunia, dan menurut sejumlah ahli, daratan yang dilukiskan pada peta-peta tersebut adalah daratan purbakala yang hingga sekarang masih merupakan misteri yakni daratan Atlantis, dalam dokumen kuno yang ditemukan juga ada gambaran tentang daratan purbakala yang tenggelam. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ahli geologi terbukti, bahwa ke empat batu tersebut memang benar merupakan peta dunia pada 13 juta tahun silam, bahkan sangat tepat dan akurat.
Di tilik dari gambar batu ukiran tersebut, bangsa geological menguasai teknologi medis yang tinggi, misalnya transplantasi otak besar, serta bagaimana cara mengatasi reaksi penolakan organ dalam proses transplantasi, dan penerapan teknologi-teknologi ini baru mulai dalam ilmu kedokteran modern. Salah satu gambar yang terukir dalam batu melukiskan pemisahan dan pengambilan benda berbentuk gelembung dalam lingkaran janin ibu hamil, dan menginjeksinya ke dalam tubuh pasien yang menanti transplantasi.
Pada batu ukiran tersebut juga dilukiskan tentang teknologi pembiusan dengan akuputur dalam operasi kedokteran. juga ada batu-batu yang mengukir gambar tentang gen genetika.
2007年9月20日 星期四
Lintas Berita: Seminar The Impact of Theology for Spiritual Life
Glorianet - Pada hari Senin, 20 Agustus 2007 di kampus baru STT Amanat Agung di jalan Kedoya Raya No. 18, Jakarta Barat diadakan peresmian kampus baru dan seminar The Impact of Theology for Spiritual Life dengan mengundang Prof. Rev. Simon Chan, Ph.D dari Trinity Theological College (TTC) di Singapura. Prof. Simon Chan adalah dosen Teologi Sistematika dan juga mengajar mata kuliah Liturgical Education. Buku beliau yang sudah diterjemahkan yaitu Spiritual Teologi oleh Andi Offset, Jogjakarta. TTC adalah salah satu STT terbaik di Singapura selain SBC (Singapore Bible College) dan FEBC (Far Eastern Bible College). TTC didirikan oleh 3 denominasi gereja yaitu Presbyterian, Anglican dan Protestant.
Seminar yang bertema Dampak Teologi bagi Kehidupan Rohani ini diikuti oleh lebih kurang 220 orang peserta hamba Tuhan, aktivis, dan mahasiswa teologi dari berbagai gereja dan denominasi.
Fenomena Menarik
Yang menarik adalah Prof. Simon Chan mengaku bahwa beliau sendiri dari latar belakang denominasi Assembly of God hingga kini (di Indonesia dikenal dengan GSJA: Gereja Sidang Jemaat Allah). Namun beliau mempelajari dan mengajarkan pentingnya Liturgi dalam Ibadah Kristen. Menurut Prof Chan, beberapa gereja Pentakosta dan Karismatik di Amerika dan beberapa Negara Eropa kini sudah mulai kembali kepada ibadah bersifat Liturgi.
Acara yang dibuka oleh Rektor STT Amanat Agung (STTAA), Yohanes Adrie Hartopo, Ph.D ini memberi wawasan baru bagi para peserta tentang Dampak belajar Doktrin yang bersumber dari Kebenaran Alkitab bagi kehidupan sehari-hari. Diadakan juga pameran buku dalam seminar ini yang diikuti oleh penerbit Momentum, Gloria Graffa, STTAA, dan PPA. Gedung kampus baru ini berdiri cukup megah dan nantinya diharapkan para mahasiswa dan dosen dapat menempati dan belajar di Gedung yang baru ini. Gedung lama di daerah perumahan Grenville. Penulis sempat memperhatikan perpustakaan Kampus Baru ini. Meski jumlah koleksi buku sudah cukup banyak, namun masih dalam tahap dirapikan penataannya.
Dengan tiga sesi yang cukup padat, terlihat antusiasme para peserta dengan banyak penanya yang bertanya di akhir sesi 3. Khotbah atau seminar sesi 2 dan 3 ini diterjemahkan oleh Pdt. Paulus Kurnia yang juga dosen STTAA. Gaya beliau yang kocak dan kadang kurang tepat dalam penerjemahan membuat suasana seminar menjadi hidup dan penuh kekeluargaan. Seusai acara penulis sempat berbicara dengan beliau dan banyak peserta yang juga saling berkomunikasi atau sharing antar peserta baik di sela makan siang maupun Tea Time.
Beberapa STT pilihan bagi Calon Hamba Tuhan
Bagi para calon hamba Tuhan yang ingin mengenyam pendidikan Teologi yang Alkitabiah, beberapa STT berikut bisa jadi masukan yaitu: GITS (Graphe International Theological Seminary) yang mempunyai motto Singing is the Queen and preaching is the King, STT Amanat Agung yang saat ini dikelola SAAT yang didirikan oleh Gereja Kristus Yesus (GKY dulu GKJMB), STTRII (Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia). Ketiga STT ini berada di Jakarta. Selain itu yang sudah sangat lama berdiri yaitu SAAT Malang dapat menjadi pilihan bagi para calon mahasiswa Teologi yang menerima panggilan Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. Untuk diketahui pada tanggal 30 Oktober-2 November nanti, SAAT Malang akan mengadakan RETREAT DOKTRINAL dalam rangka mengingat 750 tahun REFORMASI yang dilakukan Martin Luther. (GCM/dede wijaya)
2007年9月13日 星期四
DPP dan F-PDS DPR-RI Sampaikan Sikap ke Presiden SBY Soal Penutupan Gereja
Medan (SIB)
DPP PDS (Partai Damai Sejahtera) dan F-PDS DPR-RI secara resmi menyampaikan sikap kepada Presiden SBY soal perusakan dan penutupan gereja di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh PDS, sedikitnya 1.022 lebih gedung gereja ditutup dan dirusak sejak tahun 1969 hingga 2007, baik akibat terjadi kerusuhan, penutupan maupun pembakaran di berbagai daerah di tanah air.
Demikian diungkapkan Ketua F-PDS DPRD Sumut Drs Toga Sianturi, kepada wartawan, Kamis (30/8) di DPRD Sumut terkait pernyataan sikap DPP dan F-PDS DPR-RI yang disampaikan kepada Presiden RI yang memohon agar gereja-gereja yang telah terlanjur ditutup dibuka dan diaktifkan kembali.
Dijelaskan Toga, dalam surat pernyataan sikap DPP bernomor B.123/F-PDS/DPR-RI/2007 yang tembusannya disampaikan kepada gereja-gereja di Indonesia dan Komnas HAM ini menyatakan, adapun penutupan dan perusakan/pembakaran Gereja terjadi antara 17 Agustus 1945-13 September 1969 (saat dikeluarkannya SKB 2 Menteri) sebanyak 5 gereja.
Pada 13 September 1969-21 Maret 2006 (saat dikeluarkannya Perber Menag-Mendagri 2006), kerusakan akibat terjadi kerusuhan di berbagai daerah di tanah air ini seperti Jakarta, Maluku, Sulteng dan lainnya mencapai 950 gedung Gereja. Kemudian 21 Maret 2006-17 Agustus 2007 kerusakan sebanyak 67 gedung gereja. Sehingga totalnya mencapai 1.022 gereja/rumah ibadah.
Dari peristiwa penutupan dan perusakan Gereja/rumah ibadah itu, katanya, kelompok-kelompok ‘anarkis’ tidak lagi memandang dan menempatkan umat Kristiani sebagai ‘saudara sebangsa’ bersama-sama berjuang membebaskan bangsa ini dari penjajah. Begitu juga pemerintah pusat sebagai pembuat regulasi dan tidak dapat menempatkan diri pada zona netral yang melindungi semua umat/warga Negara menjalankan hak-haknya.
Karena itu, F-PDS di DPR-RI bersama DPP PDS, pimpinan-pimpinan Gereja Aras Nasional, serta berbagai elemen masyarakat Kristiani Indonesia telah berulang kali meminta agar dihentikan, tapi sejak dikeluarkannya Perber Menag-Mendagri 21 Maret 2006 hingga Agustus 2007, aksi penutupan Gereja/tempat ibadah masih terus terjadi. Sedangkan para pelakunya hingga kini tidak pernah terjangkau hukum.
Toga juga berharap semua gereja termasuk rumah ibadah agama lain yang telah ditutup dan dirusak atas nama Perber Menag-Mendagri atau SKB 2 Men 1969 dibuka dan diaktifkan kembali. Semua denominasi Gereja yang telah diakui dan disahkan Depag berhak mendapatkan izin mendirikan Gereja. Untuk itu pemerintah pusat maupun daerah harus menerbitkan IMB.
Karena, katanya lagi, SKB Menag-Mendagri maupun Perber Menag-Mendagri secara konseptual maupun implementasinya memberikan dampak sangat buruk bagi bangsa ini dan menjadikan kita sebagai bangsa mundur berabad-abad ke belakang.
Seharusnya, ujar Toga, mengutip surat DPP PDS yang ditandatangani Dr Ruyandy Hutasoit (Ketua Umum) dan Ir Ferry Regar (Sekjen) jika bangsa ini ingin membangun peradaban yang maju dan bermartabat, tatanan, sistem dan regulasi yang dibuat tidak boleh membatasi, mengekang dan memasung hak azasi seseorang, tapi mendorong manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan paling mulia.
Karena itu, ujar Toga, F-PDS minta pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi pertemuan dan dialog yang intensif antar-tokoh dan pemeluk agama-agama yang ada di Indonesia, agar dapat memiliki pemahaman dan pandangan yang sama dalam beribadah dan membangun rumah ibadah.(M10/d)
2007年9月12日 星期三
Cheng Ho dan Perayaan 600 tahun ekspedisinya
| | Cheng Ho, adalah seorang pelaut dan penjelajah Cina terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433. Peringatan 600 tahun ekspedisinya ke Indonesia akan dirayakan secara besar-besaran di kota Semarang pada awal Agustus 2005. |
Biografi
Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan kaisar Cina Yongle (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao (? ??), berasal dari provinsi Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.
Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Cina, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Cina untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah).
Pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat. Penggantinya, Kaisar Hongxi (berkuasa tahun 1424-1425, memutuskan untuk mengurangi pengaruh kasim di lingkungan kerajaan. Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande (berkuasa 1426-1435).
Penjelajahan
Cheng Ho melakukan ekspedisi ke berbagai daerah di Asia dan Afrika, antara lain:
Asia Tenggara
Sumatra
Jawa
Srilangka
India
Persia
Teluk Persia
Arab
Laut Merah, ke utara hingga Mesir
Afrika, ke selatan hingga Selat Mozambik
Cheng Ho melakukan ekspedisi paling sedikit tujuh kali dengan menggunakan kapal armadanya. Armada ini terdiri dari 30000 orang dan tujuh kapal. Dalam ekspedisi ini, Cheng Ho membawa balik berbagai penghargaan dan utusan lebih dari 30 kerajaan - termasuk Raja Alagonakkara dari Srilangka, yang datang ke Cina untuk meminta maaf kepada raja Cina. Majalah Life menempatkan Cheng Ho sebagai nomor 14 orang terpenting dalam milenium terakhir.
Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan.
Kapal Ekspedisi Cheng Ho
Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia selama tujuh kali. Ketika ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa Cakrado kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh.
Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon), dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.
Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong.
Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan raja Wikramawardhana. Cheng Ho sewaktu berkunjung ke Semarang, membuat Vihara Sam Poo Kong yang sangat terkenal itu.
Perayaan 600 tahun ekspedisi Cheng Ho di Semarang (Agustus 2005)
Berita dapat dibaca selengkapnya di http://www.600yearschengho.org/ind/index.html
Cuplikan Informasi Umum:
Tanggal pameran 3 - 7 Agustus 2005
Jam operasional 10.00 - 21.00 WIB
Tempat PRPP Jawa Tengah
Jl. Anjasmoro - Tawang Mas, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Beberapa kegiatan selain pameran:
2 Agustus 2005 Seminar dengan tema "Sumbangan Cheng Ho dalam Kehidupan dan Kerukunan Inter Rasial di Nusantara", tempat Wisma Perdamaian Semarang
3 Agustus 2005 Peresmian revitalisasi Tempat Ibadah Tri Dharma Sam Poo Kong dan upacara peringatan 600 tahun Laksamana Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong
3 - 5 Agustus, 2005 Festival Lampion di Klenteng Gedung Batu Sam Poo Kong Semarang
3 - 7 Agustus, 2005 Atraksi kebudayaan dari negara-negara pendukung di PRPP
3 - 7 Agustus, 2005 Festival Lampion di Jalan Pahlawan Semarang
3 - 7 Agustus 2005 Lomba Lampion
4 Agustus 2005 Prosesi ritual dan arak-arakan Sam Poo dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Sam Poo Kong, Gedung Batu
5 - 7 Agustus 2005 Pertandingan Barongsai tingkat nasional di GOR Jatidiri Semarang
6 Agustus 2005 Seminar dengan tema "Memperkokoh Persaudaraan Sejati Umat Beragama sebagai Landasan Membangun Moral Bangsa", tempat TITD Tay Kak Sie, pembicara Dr. Habib Chirzin, Bante Sri Panavaro Mahatera.
Sumber : Wikipedia, 600yearschengho
Roda Kereta Firaun Ditemukan di Laut Merah
(Erabaru.or.id) - Masih ingat dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara anda menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan dibawah ini.
Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt (lihat dihttp://www.wyattmuseum.com/ron-wyatt.htm) pada akhir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah.
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Firaun yang tenggelam dilautan tersebut saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Fir'aun yang tenggelam di laut Merah.
Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam. Dimana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.
Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.
Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Firaun.
(Sumber:wyattmuseum.com)